Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2010

Sepasang kekasih perempuan dan laki-laki sedang melaju lebih dari 80km/jam di jalan dengan sebuah motor.

Perempuan: “Pelan-pelan, aku takut.”

Laki-laki: “Tidak, ini menyenangkan.”

Perempuan: “Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!”

Laki-laki: “Baik, tapi katakan dulu bahwa kau mencintaiku.”

Perempuan: “Aku mencintaimu! Sekarang beri aku pelukan yang erat.”

(Lalu perempuan itu memeluknya)

Laki-laki: “Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat mengganggu aku…”

(Perempuan itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena remnya blong. Ada dua orang di atas motor tersebut tetapi hanya satu orang yang selamat.

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan, laki-laki itu menyadari bahwa rem motor mereka rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tahu.

Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya dan merasakan pelukannya karena dia tahu itu untuk terakhir kalinya baginya.

Dia lalu menyuruh kekasihnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun berarti ia yang akan mati….

Pernahkan kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini???!!

Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon/mengirimkan sms romantis hanya untuk membuatnya bahagia? atau “just to get inside her pants??”

Katakan “Aku Mencintaimu” padanya dengan tulus, jangan tunggu2 lagi. Karena kita tak pernah tahu apakah besok kita masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya.

Cheers buddy!

Advertisements

Read Full Post »

Suatu hari saya naik sebuah taksi dan menuju Bandara CGK. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat. Saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”

Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut “The Dump Truck Wisdom”. Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan berkeliling membawa sampah, seperti frustasi, kemarahan, dan kekecewaan.

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jadi, jangan ambil hati, jangan ambil sampah mereka, tersenyum saja, lambaikan tangan, dan berkati hidup mereka, lalu lanjutkan hidup anda.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati kita.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.

Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya dengan JADI DIRI SENDIRI (BE YOURSELF)

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tetapi tentang bagaimana belajar menari di tengah-tengah hujan……

Have an awesome life, buddy!

Read Full Post »