Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2009

Keep It Simple

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun
masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah
suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang
kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar
di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang
mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan
kertas) kosong.

Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke
bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun
yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada
satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam
keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan
masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin
sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua
orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut
dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan
lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan
pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil
dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang
hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia
membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki
tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia
menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang
melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun
yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat
dari bahan kertas yang ringan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka
menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol,
karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu
dekade dan 12 juta dolar.
Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-
keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai
permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari
di bawah
titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan
pensil!.

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari
pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di
pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen
itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve.

Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan
bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta
pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi,
semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan
biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, “Inti dari
komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Pakar
tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan
lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari
pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.

—–
Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It
Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga
bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun
solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan
masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada
solusi daripada pada berfokus pada masalah.

Advertisements

Read Full Post »

Suami-suami atau lelaki mata keranjang ternyata memiliki satu kesamaan yang bahkan tidak mereka sadari: Gen perangsang otak yang mengganggu kesetiaan pada pasangannya.

Para peneliti dari Karolinska Institute meneliti darah responden laki-laki dan mencari gen AVPR1A. Sebelumnya, pernah ada penelitian yang menyimpulkan bahwa gen itu berpengaruh bagi manusia dengan mempertinggi sikap agresif, mempercepat usia seseorang untuk menjadi aktif secara seksual, serta mempengaruhi rasa iba terhadap orang lain. Gen tersebut juga memperngaruhi amygdala yang merupakan pusat emosi di otak.

Hasse Walum pemimpin tim penelitian tersebut menemukan bahwa kaum adam yang memiliki varian 334 cenderung memperoleh hasil yang buruk pada uji kesetiaa, dan cenderung memiliki rumah tangga yang tidak harmonis, bahkan berujung pada perceraian.

Jadi, maklum aja kalo suami atau pasangan terkadang tidak mampu mengendalikan diri melawan godaan yach! Bukan maksud kami tidak setia, tapi itu semata karena dorongan genetis aja koq… ho..ho..ho..

Read Full Post »

Monoamine Oxidase

Monoamine oxidases (singular abbreviation MAO) (EC 1.4.3.4) are enzymes that catalyze the oxidation of monoamines. They are found bound to the outer membrane of mitochondria in most cell types in the body. The enzyme was discovered by Mary Hare in the liver, and received the name of tyramine oxidase.[1] They belong to protein family of flavin containing amine oxidoreductases.

Locations of MAO-A and MAO-B In humans there are two types of MAO: MAO-A and MAO-B. * Both are found in neurons and astroglia. * Outside the central nervous system: o MAO-A is also found in the liver, gastrointestinal tract and placenta. o MAO-B is mostly found in blood platelets.

Function Monoamine oxidases catalyze the oxidative deamination of monoamines. Oxygen is used to remove an amine group from a molecule, resulting in the corresponding aldehyde and ammonia. The general form of the catalyzed reaction (with R denoting an arbitrary group) is: General Form of MAO Oxidations Monoamine oxidases contain the covalently-bound cofactor FAD and are thus classified as flavoproteins.

Subtype Specificities MAO-A is particularly important in the catabolism of monoamines ingested in food. Both MAOs are also vital to the inactivation of monoaminergic neurotransmitters, for which they display different specificities. * Serotonin, norepinephrine (noradrenaline), and epinephrine (adrenaline) are mainly broken down by MAO-A. * Phenethylamine is mainly broken down by MAO-B. * Both forms break down dopamine equally.

Yang seru buat orang awam, kalo pasangan kita punya MAO dalam tingkat tinggi, maka dia akan pasti suka kejutan, suka orang yang kreatif, inovatif, suka melakukan perjalanan jauh (or suka jalan2 dech), suka hal-hal yang baru, dan gak suka rutinitas. So, kalo ketemu dia atau mau ngajak dia bilang aja “LET’S HAVE FUN!”

Read Full Post »

Taruhan anda tidak bisa melipat kertas lebih dari 10 lipatan.

Test

Ambil kertas apa saja, dan lipat jadi dua. Lipat lagi jadi dua, begitu seterusnya. Sampai kapan anda sanggup melipatnya?

Hasil

Kedengarannya lipat 10 kali itu gampang. Tapi anda sungguh tidak bisa melakukannya. Pada lipatan pertama, anda menghasilkan 2 lembar kertas. Pada lipatan kedua anda menghasilkan 4 lembar kertas. Pada lipatan keenam anda menghasilkan 64 lember kertas. Pada lipatan ketujuh, anda menghasilkan 128 lemar kertas, yaitu setebal halaman sebuah buku. Pada lipatan kesembilan anda berurusan dengan 512 lembar….

Read Full Post »

G-Spot

Titik G atau Titik Gräfenberg atau dalam bahasa Inggris G-Spot adalah daerah kecil pada area kemaluan wanita yang terletak di belakang tulang kemaluan dan mengelilingi uretra. Titik ini dinamakan berdasarkan nama seorang ahli kebidanan Jerman, Ernst Gräfenberg.

Dareah ini sempat dipercaya sebagai daerah berkas saraf yang mengelilingi dinding vagina, namun kini dilaporkan bahwa titik ini adalah bagian dari spons uretra, di dekat kelenjar Skene yang homolog dengan prostat pada pria.

Titik ini juga terletak di ventral dari vagina, di tengah-tengah jarak antara tulang kemaluan dan leher rahim.Ketika titik ini terangsang, maka timbul rasa sensasi seperti rasa buang air kecil, namun bila titik ini bekerja saat berhubungan seks maka akan menjadi rasa kenikmatan seksual (Shibley Hyde, J. and DeLamater, J.D., Understanding Human Sexuality, Eighth Edition (2003)).

Bagi beberapa wanita, titik ini dapat menjadi tempat stimulasi utama untuk menuju orgasme saat berhubungan seks.

Female Anatomy

Female Anatomy

Read Full Post »

Anamnesis

Riwayat tentang penyakit yang diceritakan penderita ialah keterangan pertama yang dihimpun oleh dokter, disamping keterangan lain dari pemeriksaan jasmani dan laboratorium. Yang diperlukan ialah keterangan yang menggambarkan perkembangan penyakit sejak akhir masa penderita merasa sehat, sampai saat ia memerlukan pengobatan.

Anamnesis dimulai dengan menanyakan keluhan utama, yaitu gangguan yang terpenting yang dirasakan penderita sehingga ia memerlukan pertolongan. Keluhan ini sebaiknya diucapkan dengan kata-kata sendiri sehingga jelas artinya, disertai keterangan tentang lamanya keluhan tersebut. Ada beberapa sifat keluhan yang harus diketahui: tempat, kualitas, kuantitas, urutan waktu, situasi, faktor yang memperberat atau mengurangi, dan gejala yang berhubungan.

Keluhan utama => Anamnesis => Operasi atau tidak =>Kehamilan/keguguran atau tidak => anamnesis sistem (Kepala, mata, telinga, hidung, mulut, tenggorokan, leher, jantung/paru, lambung/usus, alat kelamin/kencing, haid, saraf&otot, kejiwaan, berat badan) =>riwayat keluarga.

Keterangan tentang keadaan pasien yang berhasil dikumpulkan dengan anamnesis dan pemeriksaan jasmani masih harus dilengkapi dengan hasil pemeriksaan penunjang, sebelum kita dapat memberikan kesimpulan, yaitu diagnosa.

Diagnosa sementara biasanya dapat dibuat segera setelah menyusun ringkasan anamnesis dan pemeriksaan jasmani dari faktor positif, dibantu oleh hasil pemeriksaan laboratorium rutin (darah, urin, tinja). Ringkasan ini sebaiknya berbentuk laporan yang enak dibaca dan memperhatikan kronologi. Berdasarkan diagnosa sementara seorang dokter diharapkan mengambil tindakan sesuai urgensi. Ada pula kemungkinan beberapa diagnosa lain yang harus dituangkan dalam bentuk diagnosa diferensial.

Read Full Post »

Botulinum toxin is a medication and a neurotoxic protein produced by the bacterium Clostridium botulinum. It is the most toxic protein known[1][2] with an LD50 of roughly 0.005-0.05 µg/kg. Despite this, it is used in minute doses in some parts of the world, to treat muscle spasms. It is sold commercially under the brand names Botox, Dysport, Myobloc, Neurobloc and Xeomin for this purpose. BOTOX™ Cosmetic and Vistabel are available for cosmetic treatment. The terms Botox (Cosmetic), Vistabel, Dysport, Myobloc, Neurobloc and Xeomin are trade names and are not used generically to describe the neurotoxins produced by C. botulinum.

The process

The process

DEFINISI
Botulisme adalah suatu keadaan yang jarang terjadi dan bisa berakibat fatal, yang disebabkan oleh keracunan toksin (racun) yang diproduksi oleh Clostridium botulinum. Toksin ini adalah racun yang sangat kuat dan dapat menyebabkan kerusakan saraf dan otot yang berat. Karena menyebabkan kerusakan berat pada saraf, maka racun ini disebut neurotoksin.

Terdapat 3 jenis botulisme, yaitu :
– Foodborne botulism, merupakan akibat dari mencerna makanan yang tercemar
– Wound botulism, disebabkan oleh luka yang tercemar
– Infant botulism, terjadi pada anak-anak, karena mencerna makanan yang
tercemar.

PENYEBAB
Bakteri Clostridium botulinum memiliki bentuk spora. Spora ini dapat
bertahan dalam keadaan dorman (tidur) selama beberapa tahun dan tahan
tehadap kerusakan. Jika lingkungan di sekitarnya lembab, terdapat cukup makanan dan tidak ada oksigen, spora akan mulai tumbuh dan menghasilkan toksin. Beberapa toksin yang dihasilkan Clostridium botulinum memiliki kadar
protein yang tinggi, yang tahan terhadap pengrusakan oleh enzim pelindung
usus.

Jika makan makanan yang tercemar, racun masuk ke dalam tubuh melalui
saluran pencernaan, menyebabkan foodborne botulism. Sumber utama dari
botulisme ini adalah makanan kalengan. Sayuran, ikan, buah dan rempah-rempah juga merupakan sumber penyakit ini. Demikian juga halnya dengan daging, produki susu, daging babi dan unggas.

Wound botulism terjadi jika luka terinfeksi oleh Clostridium botulinum.
Di dalam luka ini, bakteri menghasilkan toksin yang kemudian diserap masuk
ke dalam aliran darah dan akhirnya menimbulkan gejala.

Infant botulism sering terjadi pada bayi berumur 2-3 bulan. Berbeda dengan foodborne botulism, infant botulism tidak disebabkan karena menelan racun yang sudah terbentuk sebelumnya. Botulisme ini disebabkan karena makan makanan yang mengandung spora, yang kemudian tumbuh dalam usus bayi dan menghasilkan racun. Penyebabnya tidak diketahui, tapi beberapa kasus berhubungan dengan pemberian madu.

Clostridium botulinum banyak ditemukan di lingkungan dan banyak kasus yang
merupakan akibat dari terhisapnya sejumlah kecil debu atau tanah.

GEJALA
Gejalanya terjadi tiba-tiba, biasanya 18-36 jam setelah toksin masuk, tapi
dapat terjadi 4 jam atau paling lambat 8 hari setelah toksin masuk. Makin
banyak toksin yang masuk, makin cepat seseorang akan sakit.
Pada umumnya, seseorang yang menjadi sakit dalam 24 jam setelah makan
makanan yang tercemar, akan mengalami penyakit yang sangat parah.

Gejala pertama biasanya berupa mulut kering, penglihatan ganda, penurunan
kelopak mata dan ketidakmampuan untuk melihat secara fokus terhadap objek
yang dekat. Refleks pupil berkurang atau tidak ada sama sekali.

Pada beberapa penderita, gejala aawalnya adalah mual, muntah, kram perut
dan diare. Pada penderita lainnya gejala-gejala saluran pencernaan ini tidak muncul, terutama pada penderita wound botulism.

Penderita mengalami kesulitan untuk berbicara dan menelan. Kesulitan menelan dapat menyebabkan terhirupnya makanan ke dalam saluran pernafasan dan menimbulkan pneumonia aspirasi. Otot lengan, tungkai dan otot-otot pernafasan akan melemah. Kegagalan saraf terutama mempengaruhi kekuatan otot.

Pada 2/3 penderita infant botulism, konstipasi (sembelit) merupakan gejala
awal. Kemudian terjadi kelumpuhan pada saraf dan otot, yang dimulai dari
wajah dan kepala, akhirnya sampai ke lengan, tungkai dan otot-otot
pernafasan.

Kerusakan saraf bisa hanya mengenai satu sisi tubuh. Masalah yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari kelesuan yang ringan dan kesulitan menelan, sampai pada kehilangan ketegangan otot yang berat dan gangguan pernafasan.

DIAGNOSA
Pada foodborne botulisme, diagnosis ditegakkan berdasarkan pola yang khas
dari gangguan saraf dan otot. Tetapi gejala ini sering dikelirukan dengan
penyebab lain dari kelumpuhan, misalnya stroke.
Adanya makanan yang diduga sebagai sumber kelainan ini juga merupakan
petunjuk tambahan. Jika botulisme terjadi pada 2 orang atau lebih yang
memakan makanan yang sama dan di tempat yang sama, maka akan lebih mudah untuk menegakkan diagnosis.

Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan darah untuk menemukan
adanya toksin atau biakan contoh tinja untuk menumbuhkan bakteri
penyebabnya. Toksin juga dapat diidentifikasi dalam makanan yang dicurigai.

Elektromiografi (pemeriksaan untuk menguji aktivitas listrik dari otot)
menujukkan kontraksi otot yang abnormal setelah diberikan rangsangan
listrik. Tapi hal ini tidak ditemukan pada setiap kasus botulisme.

Diagnosis wound botulism diperkuat dengan ditemukannya toksin dalam darah
atau dengan membiakkan bakteri dalam contoh jaringan yang terluka.

Ditemukannya bakteri atau toksinnya dalam contoh tinja bayi, akan
memperkuat diagnosis infant botulisme.

PENGOBATAN
Penderita botulisme harus segera dibawa ke rumah sakit.
Pengobatannya segera dilakukan meskipun belum diperoleh hasil pemeriksaan
laboratorium untuk memperkuat diagnosis.

Untuk mengeluarkan toksin yang tidak diserap dilakukan:
– perangsangan muntah
– pengosongan lambung melalui lavase lambung
– pemberian obat pencahar untuk mempercepat pengeluaran isi usus.

Bahaya terbesar dari botulisme ini adalah masalah pernafasan. Tanda-tanda
vital (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi nafas dan suhu) harus diukur
secara rutin. Jika gangguan pernafasan mulai terjadi, penderita dibawa ke ruang intensif dan dapat digunakan alat bantu pernafasan. Perawatan intensif telah
mengurangi angka kematian karena botulisme, dari 90% pada awal tahun 1900
sekarang menjadi 10%.
Mungkin pemberian makanan harus dilakukan melalui infus.

Pemberian antitoksin tidak dapat menghentikan kerusakan, tetapi dapat
memperlambat atau menghentikan kerusakan fisik dan mental yang lebih
lanjut, sehingga tubuh dapat mengadakan perbaikan selama beberapa bulan.
Antitoksin diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan.
Pemberian ini pada umumnya efektif bila dilakukan dalam waktu 72 jam
setelah terjadinya gejala. Antitoksin tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi, karena efektivitasnya pada infant botulism masih belum terbukti.

PENCEGAHAN
Spora sangat tahan terhadap pemanasan dan dapat tetap hidup selama beberapa
jam pada proses perebusan. Tetapi toksinnya dapat hancur dengan pemanasan,
Karena itu memasak makanan pada suhu 80� Celsius selama 30 menit, bisa
mencegah foodborne botulism.
Memasak makanan sebelulm memakannya, hampir selalu dapat mencegah
terjadinya foodborne botulism. Tetapi makanan yang tidak dimasak dengan
sempurna, bisa menyebabkan botulisme jika disimpan setelah dimasak, karena
bakteri dapat menghasilkan toksin pada suhu di bawah 3� Celsius (suhu
lemari pendingin).

Penting untuk memanaskan makanan kaleng sebelum disajikan. Makanan kaleng
yang sudah rusak bisa mematikan dan harus dibuang. Bila kalengnya penyok
atau bocor, harus segera dibuang.

Anak-anak dibawah 1 tahun sebaiknya jangan diberi madu karena mungkin ada
spora di dalamnya.

Toksin yang masuk ke dalam tubuh manusia, baik melalui saluran pencernaan,
udara maupun penyerapan melalui mata atau luka di kulit, bisa menyebabkan
penyakit yang serius. Karena itu, makanan yang mungkin sudah tercemar,
sebaiknya segera dibuang. Hindari kontak kulit dengan penderita dan selalu mencuci tangan segera setelah mengolah makanan

Read Full Post »

Older Posts »